KONTAK KAMI | SITE MAPS
Banggai Cardinal Fish
0 0 0 13
Loading...

A. Klasifikasi dan Morfologi BCF

Ikan Banggai Cardinal Fish adalah ikan hias asli Indonesia dan hanya ditemukan di perairan Kab. Banggai, Sulawesi Tengah. Ciri-ciri ikan hias ini memiliki ukuran kecil dengan ciri khas pola yang sangat kontras antara garis hitam dan putih dengan totol-totol putih. ukuran maksimal 6 cm. Memiliki bentuk badan yang tinggi, bulat pipih, mulut besar, memiliki dua sirip punggung yang panjang dan indah. Karena keunikan dan keendemikan yang dimilikinya, ikan ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi

Deskripsi lebih lanjut...

 

B. Status Perlindungan BCF

Sampai saat ini ikan Banggai belum termasuk ke dalam jenis ikan yang dilindungi secara nasional. Namun Bupati Banggai Kepulauan melalui Surat No. 523.870/29/DISLUTKAN/2011 tanggal 28 Februari 2011 telah mengusulkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menetapkan Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) sebagai jenis ikan yang dilindungi secara terbatas.

Saat ini, IUCN Red List mengkategorikan ikan Banggai cardinal sebagai species yang terancam punah (endangered).

Pada CoP17 CITES di Johannesburg Afrika Selatan yang berlangsung dari tanggal 24 September sampai tanggal 04 November 2016, ikan banggai cardinalfish kembali diusulkan untuk dimasukkan ke dalam daftar apendiks ll CITES oleh Uni Eropa yang terdiri dari 28 negara anggotanya dan didukung penuh oleh Amerika Serikat. Sementara sikap pemerintah Indonesia atas proposal ikan banggai cardinalfish dari Uni Eropa adalah sama seperti di CoP14 CITES di Belanda, yaitu Indonesia dengan tegas menolak usulan ikan banggai cardinalfish untuk dimasukkan ke dalam daftar apendiks ll CITES.
Penolakan proposal tersebut oleh Indonesia mendapat dukungan dari negara Kuwait. Sebenarnya negara Nepal juga akan mendukung Indonesia, namun Nepal tidak mendapat kesempatan bicara di persidangan CoP17 CITES tersebut. Indonesia bersikukuh menolak proposal tersebut karena pemerintah Indonesia sudah banyak melakukan langkah konservasi dan pengelolaan ikan banggai cardinalfish.
Beberapa langkah konservasi dan pengelolaan ikan banggai cardinalfish oleh Indonesia sejak tahun 2007 sampai sekarang, antara lain:
  • Sebagian besar habitat alami penting ikan banggai cardinalfish yaitu di sekitar perairan laut Banggai Kepulauan telah dijadikan kawasan konservasi peraiaran.
  • Inisiasi dan operasionalisasi ikan banggai cardinal fish centre (BCF Centre) di Kab Banggai Kepulauan yang bertujuan untuk mengaturtata niaga ikan banggai cardinalfish di Kab. Banggai Kepulauan
  • Desiminasi dan sosialisasi serta melaporkannya ke secretariat CITES bahwa teknologi budidaya ikan banggai cardinalfish  sudah dapat dilakukan Indonesia, bahkan sudah mendapat Standart Nasional Indonesia (SNI)
  • Ikan banggai cardinalfish distribusi sudah menyebar yang tidak hanya didapatkan di perairan laut Kab. Banggai Kepulauan tetapi sudah menyebar ke daerah daerah lainnya seperti ke Selat Lembeh, Bali, Banyuwangi dan lainnya. Bahkan ikan banggai cardinalfish di habitat barunya tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik
  • Saat ini kegiatan budidaya ikan banggai cardinalfish exsitu sudah mulai dilakukan di Yayasan LINI di Bali yang melibatkan masyarakat asal Kab. Banggai Kepulauan. Diharapkan ke depan, masyarakat local Banggai dapat membudidayakan ikan banggai cardinalfish ini di perairan Banggai dengan baik

Atas dasar pandangan delegasi Indonesia pada persidangan CoP17 CITES tanggal 3 November 2016  tersebut, ahirnya Uni Eropa menarik kembali proposal / usulan ikan banggai cardinalfish untuk dimasukkan ke dalam daftar apendiks ll CITES.

Namun demikian, Uni Eropa walaupun menarik kembali propolsalnya tetapi tetap mengajukan draft decisions. Draft decision dari Uni Eropa tersebut diadopsi pada persidangan CoP17 CITES tanggal 04 November 2016 dan Indonesia menerimanya. Draft decision tersebut disebut  Decision CoP17 Com.l.32.

Arahan untuk Indonesia:

Indonesia harus mengimplementasikan upaya konservasi dan pengelolaan ikan banggai cardinalfish untuk menjamin keberlanjutaan dan perdagangan internasional ikan banggai cardinalfish Pterapogon kauderni dan melaporkan kemajuannya pada pertemuan Animal Committee ke 30 tahun 2018
 
Arahan untuk Sekretariat CITES:
Mempertimbangkan sumber pendanaan dari luar secretariat, secretariat perlu melakukan studi untuk mengkaji dampak dari perdagangan internasional terhadap status konservasi ikan banggai cardinalfish dan memberikan masukkan terkait upaya pengelolaan dan konservasi ikan banggai cardinalfish yang sesuai

Arahan untuk Animal Committee

Animal committee pada pertemuan ke 30 nanti melakukan tinjauan terhadap laporan kemajuan dari Indonesia, tinjauan terhadap kajian dan membuat rekomendasi untuk CoP18 CITES yang akan dating
 
Arahan untuk Lembaga/Negara Donor dan Organisasi yang Relevan Lainnya

Lembaga/negara donor dan organisasi yang relevan lainnya termasuk FAO, diundang dan didorong untuk mendukung Indonesia dan secretariat untuk mengimplementasikan decisions CoP17.

 

C. Sebaran Habitat/Fishing Ground/Pendaratan BCF

Daerah penyebaran Banggai Cardinal Fish sangat terbatas dan pada awalnya hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Tengah bagian Timur, tepatnya di Kepulauan Banggai, karena itu spesies ini termasuk endemik. Namun demikian saat ini berbagai informasi menyebutkan ikan BCF ini telah dapat ditemukan di lokasi lain yaitu perairan Bitung, Ambon, Kendari, Teluk Palu dan Gilimanuk Bali.
Selain itu kini BCF juga telah dapat dibudidayakan di BPBL Ambon dan LINI Bali.
 
Habitat alami Banggai Cardinal Fish dapat ditemukan di perairan laut dangkal dengan kedalaman 0 sampai 5 meter, dengan pH 8,1 sampai 8,4 dan suhu perairan 25 sampai 28 derajat C. Populasi ikan ini dapat ditemukan pada daerah lamun (sea grass) dan terumbu karang dimana banyak terdapat bulu babi dan anemon.
Banggai Cardinal Fish hidup bersimbiosis dengan bulu babi (Diadema setosum) yang umumnya terdapat di perairan pantai. Simbiosis dilakukan dengan cara mengupayakan agar garis hitam pekat pada tubuh mereka membaur membentuk garis lurus dengan salah satu duri bulu babi yang bertujuan untuk penyamaran dan perlindungan dari serangan predator. Selain bulu babi, ikan ini juga memiliki tempat perlindungan lain yaitu anemon laut dengan cara memanfaatkan tubuh mereka yang kecil agar dapat menyelinap diantara helaian anemon laut.

 

D. REFERENSI

  1. Upaya perlindungan BCF
  2. Status Konservasi Ikan Capungan Banggai, Banggai Cardinal Fish, BCF
  3. Banggai Cardinal ditengah Meningkatnya Kepopuleran dan Ancaman Populasinya
  4. Seputar BCF
  5. Status BCF
  6. Laporan COP 17 Tahun 2016
  7. BCF tidak masuk Appnediks II CITES di CoP17
  8. Konsep Konservasi BCF
  9. RAN BCF

     

 

 

 

POPULER
Top