KONTAK KAMI | SITE MAPS

BPSPL Padang Observasi Dampak Tumpahan Minyak PFAD

limbah minyak - 09 October 2017 17:25 PM Telah Dibaca 602 kali

0 0 0 13
Loading...

Kamis, 28 September 2017, pukul 09.30 WIB telah terjadi kebocoran pipa tangki minyak sawit PT. Wira Inno Mas yang berlokasi di kawasan pelabuhan Teluk Bayur. Pihak dari perusahaan menyebutkann bahwa muatan pada tangki saat kebocoran adalah 750 ton. 600 ton berhasil dipindahkan ke tangki cadangan; 100 ton yang terserak di bunwall dan parit disedot kembali; 50 ton mengalir ke laut.

Material yang tertumpah ke laut merupakan jenis Palm Fatty Acid Destillate (PFAD). PFAD adalah produk samping dari proses pemurnian minyak sawit kasar yang banyak mengandung asam lemak bebas. Asam Lemak Bebas dalam PFAD dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan emulsifaier (Slamet Budijanto, IPB).

Tim verifikasi pemprov Sumbar yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Prov Sumbar, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Prov Sumbar langsung melakukan verifikasi dan merumuskan rencana penanggulanan dengan pihak terkait pada hari yang sama dan menghasilkan rumusan dalam bentuk Berita Acara  terkait rencana penanggulanngan paska kejadian.

Beberapa instansi pemerintah, seperti dari Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan juga Seksi Wilayah II Sumatera bagian Penegakan Hukum, termasuk BPSPL Padang ikut melakukan pemantauan dilapangan sejak H+1 dan melakukan kegiatan yang diperlukan.

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, bersama dengan Loka Penelitian Sumberdaya dan Kerentanan Pesisir (LPSDKP) Bungus, Satker TWP Pulau Pieh dan Laut Sekitarnya – LKKPN Pekanbaru, Kementerian Koordinator Maritim, Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang juga membantu melakukan observasi dengan melakukan pengamatan terhadap perairan dan pulau – pulau kecil di sekitar kawasan lokasi kejadian.

Observasi dilakukan terhadap aktivitas penanganan tumpahan material PFAD dan pengamatan terhadap lokasi terdampak/terpapar material PFAD. Observasi dilakukan di beberapa pulau kecil dan perairan disekitarnya, meliputi: perairan di sekitar kejadian, di dalam kolam pelabuhan Pelindo dan kawasan teluk Bayur hingga Pulau Pasir Gadang (H+2), Pulau Sinyaru, Pulau Bintangor, Pamutusan, Pulau Gosong Kasiak, Pulau Pagang, Pulau Pisang Gadang, Pulau Pisang Ketek, Pulau di dalam KKPD Kota Padang (Pulau Sirandah, Pulau Sironjong), serta kawasan wisata pesisir seperti pantai air manis, pantai nirwana, perairan di mulut teluk bungus, perairan laut lepas memasuki teluk bayur, perairan di sekitar BBI Teluk Buo, dan perairan di sekitar PLTU Teluk Sirih (H+5), dan di dalam KKPN TWP Pieh dan Laut Sekitarnya serta Pulau Pandan dan Pulau Toran (H+7).

Observasi terhadap aktivitas penanganan tumpahan material PFAD adalah sebagai berikut

  1. Perusahaaan bekerja sama dengan masyarakat, nelayan melakukan pengumpulan material PFAD di perairan dan diangkut ke dermaga dekat tangki pengolahan. Namun karena dinilai kurang efektif, maka pengumpulan dipindahkan ke kolam pelabuhan Pelindo. Material PFAD yang berhasil dikumpulkan ditarik dengan tug boat atau diangkut dengan kapal nelayan dimasukan ke dalam kolam pelabuhan yang sudah dibatasi dengan oil boom. Material PFAD yang berhasil dikumpulkan diangkut ke dalam perusahaan.
  2. Material PFAD yang mengendap di pantai, dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam plastik oleh masyarakat, kemudian diangkut oleh perusahaan
  3. Hari ke-6, tampak perusahaan dengan masyarakat melakukan pembersihan di Pulau – Pulau Kecil, seperti di Pulau Pasir Gadang, dan Pulau Sinyaru. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan skop, material PFAD dipindahkan ke kantong, kemudian diangkut ke perusahaan atau diletakan sementara di kolam penampungan pelindo.
  4. Perusahaan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan tumpahan PFAD dan mendapatkan beberapa sarpras bantuan seperti 2 unit kapal dari KSOP; 3 unit oil boom (2 dari Pelindo, 1 dari Pertamina); 3 unit kapal LANTAMAL; 2 Unit kapal Polisi Air; 1 Unit kapal pandu Pelindo. Pihak lantamal juga membantu menyiapkan personil untuk membantu mobilisasi penanganan tumpahan PFAD.

                                

Keterangan gambar (a). Aktivitas nelayan dan pihak perusahaan dalam mengumpulkan material PFAD dari laut ke dalam kolam pelindo (b). Masyarakat mengumpulkan material PFAD dan dikumpulkan untuk kemudian menunggu pihak perusahaan mengangkut , (c), Pembersihan material PFAD di Pulau Sinyaru (d). Rapat antara instansi pemerintah dengan pihak perusahaan terkait rencana penanggulanan tumpahan PFAD.

Observasi juga dilakukan terhadap material PFAD yang ditemukan dan lokasi terdampak/terpapar material PFAD. Pengamatan lokasi terdamoak dilakukan dengan mapping menggunakan wahana drone dan pengamatan visual.

Dari hasil pengamatan bahwa material PFAD ditemukan di pantai/pulau dan di perairan. Material PFAD yang ditemukan di pantai berbentuk tumpukan/gumpalan dan bongkahan serta serpihan.  Material berwarna kuning dan ada sebagian yang menyerupai warna pasir pantai serta berongga namun setelah diinjak/ditekan tekstur lengket dan licin seperti mentega. Material PFAD di pantai yang terkena terik matahari akan kembali mencair. Sedangkan untuk material PFAD di perairan berbentuk bongkahan putih atau pecahan kecil – kecil yang mengambang.

                            

Keterangan gambar (a). Material PFAD di pulau yang berbentuk tumpukan/gumpalan (b), Material PFAD yang berbentuk bongkahan (c), Material PFAD di Pantai yang berbentuk serpihan (d). Material PFAD berbentuk serpihan yang mengapung di perairan

Material PFAD juga diambil sampelnya untuk diuji lebih lanjut oleh Loka Penelitian Sumberdaya dan Kerentanan (LPSDKP) Bungus, serta mengambil kualitas perairan di beberapa lokasi

Berdasarkan hasil observasi, material PFAD bergerak ke selatan hingga mencapai Pulau Pagang. Pulau yang terpapar relatif banyak berdasarkan pengamatan adalah di pulau Pasir Gadang dan Pulau Sinyaru. Gambaran observasi tersebut dapat dilihat pada Peta berikut :

                               

Keterangan : Titik observvasi lokasi terdampak paparan material PFAD

Pulau Pasir Gadang, merupakan salah satu pulau terdampak dengan material PFAD yang cukup banyak. Berkaitan dengan hal itu maka dilakukan mapping untuk mengetahui luasan daerah yang terpapar, Berdasarkan pemetaan yang dilakukan dengan drone pada hari ke-3 (30 September 2017), dapat diperkirakan luasan pantai terpapar material PFAD di Pulau Pasir Gadang mencapai 1.000 m2.

                               

Keterangan : Sebaran Material PFAD hasil pemetaan di Pulau Pasir Gadang

*(HP)

TERKAIT
Tidak ada data terkait
POPULER
Top