KONTAK KAMI | SITE MAPS
Dugong
0 0 0 13
Loading...

 

A.  Deskripsi dan Klasifikasi

Secara kasat mata kedua species ini tidak menunjukan perbedaan. Namun apabila kita lebih cermat kedua biota ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup significant. Menurut Dugong and Seagrass Project Dugong memiliki berat yang lebih ringan dari Manantee, dengan habitat di air laut (Samudera Hindia dan Pasifik), panjang tubuh maksimal 3 meter dan memiliki kulita yang lebih lembut dari Manantee. Dugong memiliki bentuk ekor seperti lumba - lumba sedangkan Manantee memiliki ekor seperti pendayung dengan panjang tubuh maksimal 3,5 m. Manantee dapat berimigrasi dari air laut ke air tawar, lebih banyak ditemukan di Samudra Atlantik. Tubuh Manantee sangat kasar dan keriput.

Anatomi
Dugong adalah bagian dari ordo Sirenia. Semua anggota Sirenia adalah mamalia laut herbivor, dan telah beradaptasi dengan baik dengan lingkungan lautnya. Ordo Sirenia terdiri atas dua family, yaitu Trichechidae dan Dugongidae. Dugong adalah salah satu dari dua anggota family Dugongidae; anggota lainnya, yaitu Sapi Laut Steller (Hydrodamalis gigas) telah punah akibat perburuan di abad ke-18, hanya 30 tahun setelah ditemukan. Famili Trichechidae terdiri atas tiga spesies manatee (manatee Florida, manatee Amazon dan manatee Afrika Barat). Dugong dan manatee seringkali disebut dengan istilah umum “sapi laut”, namun dugong terutama memakan lamun saja, sedangkan manatee makanannya lebih beragam.  Kerabat dekat dugong yang tidak termasuk ke dalam ordo Sirenia adalah gajah (Bertram dan Bertram, 1973).
Klasifikasi duyung berdasarkan Muller (1766) , adalah sebagai berikut:
Phylum : Chordata
Class : Mammalia
Ordo : Sirenia
Family : Dugongidae
Genus : Dugong
Species : Dugong dugon
 
Reproduksi
 
Perkembangbiakan dugong lebih mirip mamalia yang semuanya di lakukan di laut dengan interval kelahiran 3 sampai 7 tahun. Dan semua anak dugong juga menyusu pada induknya sampai umur 1- 2 tahun Dugong betina memiliki masa gestasi (kehamilan) sekitar 14 bulan dan melahirkan satu anak untuk tiap 2,5 hingga 5 tahun. Anak akan didampingi induknya hingga sekitar 18 bulan, karena masih membutuhkan susu induknya.  Dugong mencapai ukuran dewasa setelah berumur 9 tahun dan umumnya dugong bertahan hingga mencapai umur 20 tahun. Yang terunik dari dugong adalah anak dugong akan selalu berenang di samping induknya terutama dalam dalam keadaan bahaya
 
Dugong menanggung anaknya pada waktu setelah sekitar 13-bulan kehamilan . Merawat anaknya tersebut selama dua tahun dan mencapai kematangan seksual antara usia 8-18, lebih lama daripada di mamalia yang lain. Meskipun umur panjang dari Duyung, yang dapat hidup selama lima puluh tahun atau lebih, wanita melahirkan hanya beberapa kali sepanjang hidup mereka dan berinvestasi cukup besar dalam perawatan orangtua muda mereka. Duyung juga gemar berkelompok antara 5 – 10 ekor yang terdiri dari induk jantan, betina dan anaknya; atau bergerombol terutama diwaktu musim kawin. Tetapi ada kalanya Duyung suka menyendiri. Duyung memiliki sifat monogamy dan berkembang biak sangat lambat. Biasanya beranak setiap 2 tahun sekali dimana setiap kali beranak hanya 1 ekor dan jarang kembar dua.
Karena siklus reproduksi yang lamban tersebut, populasi dugong diduga hanya dapat bertahan dengan angka mortalitas yang sangat rendah, yaitu sekitar 1%-2% tiap tahunnya (Marsh dkk., 1984).
 
Negara-negara yang menjadi habitat duyung antara lain Australia bagian utara, Bahrain, Brunei Darussalam, China, Djibouti, India, Indonesia, Jepang, Jordania, Kaledonia Baru, Kamboja, Kenya, Kepulauan Solomon, Komoro, Madagaskar, Malaysia, Mayotte, Mesir, Mozambiq, Palau, Papua New Guinea, Pilifina, Qatar, Saudi Arabia, Singapora, Somalia, Sri Lanka, Sudan, Tanzania, Thailand, Timor Leste, Uni Emirat Arab, Vanuatu, Vietnam, dan Yaman.
Klik gambar untuk memperbesar
B.  Distribusi dan Penyebaran

Penyebaran Dugong di wilayah kerja BPSPL Padang cukup tersebar, dimana paling sering dijumpai di Wilayah Kepulauan Riau, karena kondisi perairan dan lamunnya masih cukup bagus (baca: RESUME HABITAT DUGONG (DUYUNG) DI PULAU BINTAN KEPULAUAN RIAU), sedangkan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Padang, masih diperoleh informasi yang masih minim.

 MATRIK SEBARAN DUGONG DIPKEPULAUAN RIAU  (Tahun 2017)

Peta Kemunculan Dugong Wilayah Kepulauan Riau

C.  Regulasi Perlindungan

 

D.  Kegiatan Perlindungan Dugong
  1. Sosialisasi Perlindungan Duyung di Masyarakat suku Laut di Pulau Popngok, Pulau Ujungbeting, Sungai Nona, Pulau Lipan dan Dusun Dapur arang dan Pemasangan 3 Papan Himbauan di Pulau Pongok, Sungainona, dan Pulau Lipan  (Berita)
  2. Sosialisasi Perlindungan Biota Perairan Di lindungi Desa Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai (Berita)
  3. SOSIALISASI PERLINDUNGAN MAMALIA LAUT (DUGONG) DI RUPAT
  4. FGD RENCANA PENGELOLAAN DUGONG DAN PENYU DI KAB. ACEH BESAR, PROPINSI ACEH
  5. Rencana Implementasi GEF DSCP di Bintan, Kotawaringin Barat, Tolitoli, dan Alor.
  6. Pelatihan Survey Dugong dan Lamun di Aceh Besar, Banda Aceh, 20-21/2/2018
  7. Survey Kemunculan Dugong dan Lamun di Sikakap, 21-23/2/2018
  8. Pelatihan Pengenalan Metode Survey Pendataan Dugong dan Habitatnya, Padang, 26-27/3/2018
  9.  

 

E.   Aksi Penyelamatan Dugong
F.  Referensi dan Literatur
  1. Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Dugong dan Habitatnya (Lamun) di Indonesia Periode 1.(2017 - 2021)
  2. 4 Fakta Dugong Yang Perlu Diketahui
  3. Dugong and Seagrass Conservation Project (Facebook)
  4. Dugong Bukan Putri Duyung (Anugrah Nontji, 2015)
  5. Mulai bulan AGUSTUS WASPADA FISH & MARINE MAMMALS STRANDING

 

POPULER
Top