KONTAK KAMI | SITE MAPS
Kantor Satker Tanjung Pinang
0 0 0 13
Loading...

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang membawahi 3 (Tiga) Satuan Kerja (Satker) yang tersebar di wilayah kerja. Salah satunya adalah satuan kerja Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang dibentuk sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Nomor : Kep. 06A/KP3K/2011 tentang Pembentukan Satuan Kerja Pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut.

BPSPL Padang Satker Tanjungpinang memiliki wilayah kerja melingkupi 5 Kabupaten (Bintan, Lingga, Tanjungbalai Karimun, Natuna, Anambas) dan 2 Kota ( Tanjungpinang dan Batam) yang berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

 

 

Kegiatannya meliputi 

  • Upaya konservasi,
  • Pengawasan dan pembinaan pemanfaat jenis ikan yang dilindungi/tidak dilindungi
  • Penanganan mammalia terdampar,
  • Survey dan pemetaan biota yang termasuk kedalam jenis yang dilindungi,
  • Analisa dampak lingkungan di wilayah pesisir
  • Pelayanan administrasi hiu/pari 

Diantara 20 Jenis Ikan yang menjadi perioritas KKP, di wilayah kerja Satker Tanjungpinang telah terdata 11 jenis  yaitu : kuda laut, dugong, napoleon, kima, lola, hiu, penyu, teripang, hiu paus, labi-labi, dan karang hias.

Isu yang berkembang di wilker Tanjungpinang saat ini :

  1. Hampir setiap tahun terjadi Dugong sebagai By Catch Nelayan
  2. Masih maraknya penjualan telur penyu untuk dikonsumsi di beberapa kota/kabupaten Kepulauan Riau
    1. Berdasarkan Kasus pengamanan penyeludupan telur penyu melalui pelabuhan Kota Tanjungpinang yang telah ditangani pada tahun 2016. Diperoleh informasi, bahwa telur penyu tersebut di angkut dari Pulau Tambelan dan Pulau sekitarnya.

    2.  

  3. Masih rendahnya pengetahuan suku asli terhadap jenis ikan yang dilindungi, karena pemanfaatan yang secara turun temurun
  4. Pencemaran limbah mentah disepanjang pesisir bintan terjadi hampir setiap tahun di musim utara.

Upaya yang dilakukan :

  1. Sosialisasi secara intensif baik melalui pendekatan persuasif maupun melalui media elektronik
  2. Melakukan pengawasan dan penertiban terhadap telur penyu yang diangkut dari luar kota Tanjungpinang dan Kota Batam yang bertujuan untuk diperdagangkan
  3. Penanganan mammalia terdampar maupun by catch sebagai upaya penyelamatan
     
POPULER
Top