KONTAK KAMI | SITE MAPS
Karang Hias
0 0 0 13
Loading...

 

A.  DESKRIPSI KARANG

Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup berbagai jenis organisme laut pada tingkatan avertebrata seperti moluska, krustase dan jenis hewan bertulang belakang, seperti ikan karang, penyu, dan mamalia laut (duyung). Terumbu karang bisa disamakan sebagai hutan hujan tropis di daratan yang dihuni oleh ribuan jenis flora dan fauna. Di daerah laut tropis, terumbu karang adalah pusat keanekaragaman hayati yang dihuni ribuan jenis hewan dan tumbuhan.

Terumbu terbentuk dari kalsium karbonat yang sangat banyak (CaCo3), batuan kapur yang merupakan hasil deposisi dari makhluk hidup (Castro dan Huber, 2007). Terdapat dua kelompok karang di dunia yaitu karang hermatifik dan karang ahematifik. Karang hermatifik sering disebut sebagai reef building corals, karena kemampuan koloni karang yang dapat membentuk bangunan atau terumbu dari kalsium karbonat (CaCo3). Karang hermatifik bersimbiosis dengan sejenis algae (zooxanthelae) dalam menghasilkan terumbu. Karang ahermatifik adalah koloni karang yang tidak dapat membentuk terumbu (Supriharyono, 2007). Karang hermatifik hanya ditemukan di daerah tropis sementara karang ahermatifik tersebar di seluruh dunia.

 

B. KLASIFIKASI

Klasifikasi hewan karang pembentuk terumbu yang ditransplantasikan sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

    Filum : Cnidaria/Madreporaria

       Kelas : Anthozoa

          Sub kelas : Zoantharia

             Ordo : Scleractinia

 

C.  STATUS PERLINDUNGAN

256 jenis karang di Indonesia yang termasuk kedalam Appendiks CITES. Ke-256 jenis karang itu termasuk kedalam Ordo Scleractinia,  meliputi Familia Astrocoeniidae (2 spesies), Pocilloporidae (8 spesies), Acroporidae (61 spesies), Poritidae (21 spesies), Siderastreidae (7 spesies), Agariciidae (19 spesies), Fungiidae (20 spesies), Oculinidae (4 spesies), Pectiniidae (9 spesies), Mussidae (19 spesies), Merulinidae (8 spesies), Faviidae (62 spesies), Trachyphyllidae (1 spesies), Caryophyllidae (8 spesies), dan Dendrophyllidae (6 spesies). Keberadaan karang terancam sehingga pemanfaatan berupa perdangan internasional sudah dibatasi berdasarkan kuota perdagangan. Regulasi dalam negeri, Karang hias dilindungi dalam Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

Pelayanan CITES untuk spesies karang otoritanya masih dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun sesuai dengan yang diamanatkan Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan ditunjuk sebagai otorita pengelola konservasi sumber daya ikan. Sehingga untuk  semua spesies akuatik, secara bertahap pelayanan CITESnya akan dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

D. DISTRIBUSI DAN SEBARANG KARANG HIAS

Terumbu karang tersebar secara merata di Perairan Indonesia. Hal ini sesuai dengan habitat terumbu karang di perairan dangkal subtropics dan tropis. Dengan potensinya sebagai negara kepulauan, potensi terumbu karang Indonesia diperkiran mencapai 16,5 % (Didi Sadili, 2015) dari dari populasi terumbu karang di dunia. Potensi ini merupakan terbesar kedua setelah Australia.

 

E.  ISU/AKTIVITAS/PEMBERITAAN
  1. Rapat Gelar Perkara Pengambilan Terumbu Karang oleh PT Suwarnadwipa Wisata Mandiri
  2. Reef Garden di Pulau Aua Gadang, Kab. Pesisir Selatan 
  3. Coral Bleaching Indonesia

 

F.  LITERATUR DAN REFERENSI
  1. Panduan Coral Bleaching Indonesia
POPULER
Top