KONTAK KAMI | SITE MAPS

Konsultasi Publik Rekomendasi Calon KKPD Aceh Besar

kawasan konservasi - 03 April 2018 08:43 AM Telah Dibaca 23 kali

0 0 0 13
Loading...

Banda Aceh, 29 Maret 2018.  Kegiatan Kpnsultasi Publik ini dilaksanakan pada Hari Kamis, 29 Maret 2018, bertempat di Ruang Kaca/Kemahasiwaaan, Kampus Unsyiah Banda Aceh. Kegiatan ini atas kerjasama Yayasan Lamjabat dengan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah. Hadir pada acara ini antara lain BPSPL Padang, Yayasan Lamjabat, DKP Aceh, DKP Aceh Besar, Bappeda Aceh Besar, FKP Unsyiah, FMIPA Insyiah, BKSDA Aceh, ODC Unsyiah, Lanal Sabang, dan mahasiswa FKH dan FKP Unsyiah. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Aceh.

Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan kajian calon lokasi KKPD Aceh Besar yang telah dirasionalisasikan berdasarkan rencana pembangunan kawsan pesisir dan pulau-pulau kecil Aceh Besar serta hasil pendataan terkait sebaran biota laut yang dilindungi, sebaran dan kondisi ekosistem terumbu karang, lamun, dan mangrove di Aceh Besar.

Acara selanjutnya adalah pemaparan hasil riset/pendataan dan kajian yang dibagi dalam 2 sesi.

Sesi I :

  1. Pemaparan hasil riset Sidat dan Habitatnya di Aceh oleh Dekan FKP Unsyiah.
  2. Pemaparan rencana pembangunan wilayah pesisir dan perairan Kab Aceh Besar 2012-2032 oleh Kasubbid Pengembangan Penataan Wilayah Aceh Besar. DImana akan dilakukan peninjauan Qanun 4/2013 tenatang RTRW Kab. Aceh Besar pada tahun 2018, termasuk dalam rangka sinkronisasi dengan RZWP3K Aceh yang sedang disusun. Beberapa rencana pembangunankawasan pesisir dan pualu-pulau kecil di Kab. Aceh Besar adalah:
    • Pesisir barat: rencana pembangunan beberapa lokasi fasilitas dermaga dan pelabbuhan, jalan pesisir pantai
    • Pulo Aceh: pembangunan pelabuhan perikanan gugop, jaringan kabel listrik bawah laut PLN, pembungunan dermaga
    • Pesisir timur: kawasan industry, KEK ladong, jety/dermaga BPIP2 Malahayati, kabel listrik bawah laut, PPI , pangkalan TNI AL Krueng Raya.
  3. Pemaparan Penyusunan RZWP3K Aceh oleh Kasie Konservasi DKP Aceh
    • Qanun RZWP3K sebagai acuan/pedoman dalam pembangunan/pemanfaatan ruang laut/pesisir di perairan Aceh
    • Terfapat 18 Kab/Kota pesisir Aceh yang memiliki perairan yang perlu pengaturan ruang laut
    • Saat ini progres penyusunan sampai Rancangan Qanun RZWP3K sampai dengan Pasal 33, yaitu Perbaikan Tanggapan dan/atau Saran dari MenKP.
    • Target terbitnya Qanun RZWP3K adalah pada tahun 2018
    • Pengaturan ruang laut: 1). KPU (Zona wisata, pelabuhan, hutan mangrove, pertambangan, perikanan budidaya, perikanan tangkap, pergaraman); 2). Kawasan Konservasi; 3). KSN; 4). Alur Laut
    • Terkait alokasi ruang kawasan konservasi Aceh Besar perlu kajian untuk pantai timur, terkait banyaknya aktivitas/kegiatan ekstraktif di wilayah tersebut, sehingga perlu adanya revisi SK 190 (pencadangan Bupati Aceh Besar) sebelum di serahkan ke Propinsi untuk dicadangkan ulang melalui SK Gubernur.
  4. Pemaparan Target Kawasan Konservasi Perairan di Wilayah Kerja BPSPL Padang oleh Kasie Pendayagunaan dan Pelestarian BPSPL Padang
    • alokasi ruang untuk kawasan konservasi dalam RZWP3K Aceh diharapkan bisa dialokasikan maksimal, yaitu sebesar minimal 30% dari luasan habitat penting SDI, dan 2% dari 30% tersebut diperuntukan untuk zona inti.
    • Masih terdapat gab/kekuarangan luasan kawasan konservasi di WPP 571 dan WPP 572 yang sebagian adalah perairan Aceh.
    • Perlu rasionalisasi luasan dan alokasi kawasan konservasi yang telah dicadangkan sebelumnya melalui SK Bupati sesuai dengan perkembangan terkini, namun diharapkan tidak mengurangi target luasan awal.
  5. Pemaparan Rasionalisasi KKPD Aceh Besar Ketua Tim Harmonisasi KKPD Aceh (WCS):
    • Luasan saat ini (SK 190/2011) mencapai 80% dari luas perairan Aceh Besar
    • Rasionalisasi mempertimbangkan kegiatan eksisting (alur pelayaran, pelabuhan, dll)
    • Rasionalisasi menjadi 20%-30% luas perairan : Luas dari sekitar ±71 ribu hektar menjadi sekitar ±26 ribu hektar di pesisir barat; dan masih sisa sekitar ±45 ribu hektar di pesisr timur yang perlu dirasionalisasi.

Sesi II:

  1. Pemaparan hasil riset pemetaan mangrove di Aceh Besar oleh Dosen FKP Unsyiah
    • Lokasi sebaran ekosistem mangrove di Aceh Besar
    • Kondisi/status ekosistem mangrove
    • Biota asosiasi di ekosistem mangrove
    • Tingkat pertumbuhan mangrove
  2. Pemaparan hasil riset Reefchek 2013-2017 di Aceh Besar oleh ODC Unsyiah
    • Tutupan terumbu karang
    • Kelimpahan ikan karang
  3. Pemaparan pemetaan partisipatif biota dilindungi dan ekosistem lamun oleh Lamjabat
    • Sebaran lamun
    • Sebaran Penyu, Dugong, hiu paus, kuda laut, sidat, parimanta, mamalia laut
    • Sebaran hiu/pari
  4. Diskusi
    1. Bappeda Aceh Besar:
      • Rencana pembangunan jembatan antara Pulau Breuh dan Pulau Nasi sdh ada dokumen rencana, dan akan diajukan pembangunan oleh BPKS. Jembatan Ujung Pancu ke Pulau Nasi belum ada dokumen perencanaan
      • Rencana rel kereta api sepanjang 48,8 km menyusuri garis pantai bagian timur
      • Alih fungsi lahan yang kurang pengendalian/kontrol, termasuk kawasan sempadan pantai sebagai kawasan lindung setempat.
      • Belum ada pola ruang kawasan mangrove, sehingga hasil riset dri FKP Unsyiah bisa digunakan sebagai bahan penetapan pola ruang, dan bisa diusulkan sebagai kawasan lindung jika memiliki kehati tinggi.
    2. BKSDA Aceh:
      • Dalam rangka pengelolaan satwa liar dilindungi yang berada di luar kawasan agar jika ada data, untuk kegiatan sidak CITES
    3. Rekomendasi:
      • Kawasan kreung raya harap dipertahankan sebagai kawasan konservasi, krn utk perlindungan kawasan agar terjaga produktifitas sumber daya ikan.
  5. Rekomendasi:
    1. Rasionalisasi kawasan konservasi di pesisir barat Aceh Besar.
      1. Area kawasan konservasi sekitar rencana pembangunan jembatan penghubung Ujung Pancu-Pulau Nasi-Pulau Breuh perlu di kaji kembali.
    2. Rasionalisasi kawasan konservasi di pesisir barat Aceh Besar.
      1. Lhok Lambada: daerah-daerah pelabuhan/KEK dikeluarkan dari kawasan, kecuali jalur migrasi biota dan sekitar pulau kecil
        1. Lhok Lampanah: tetap
        2. Lhok Krueng raya: tetap
        3. Lhok Lamnga: daerah-daerah pelabuhan/KEK dikeluarkan dari kawasan, keculai jalur migrasi biota dan sekitar pulau kecil
        4. Area kawasan konservasi sekitar rencana pembangunan jembatan penghubung Ujung Pancu-Pulau Nasi-Pulau Breuh perlu di kaji kembali.
        5. Lhok Leungah: tetap; potensi penyu mendarat

 

TERKAIT
POPULER
Top