KONTAK KAMI | SITE MAPS
PENCEMARAN INDUSTRI
0 0 0 13
Loading...

 

A.  PENGERTIAN PENCEMARAN INDUSTRI

Proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), dapat terjadi kerentanan pencemaran lingkungan. Bila ditinjau secara kimiawi, pencemaran ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga perlu dilakukan penanganan khusus.

Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan tergantung pada jenis dan karakteristik bahan pencemar, yaitu:
1. Berukuran mikro
2. Dinamis
3. Berdampak luas (penyebarannya)
4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)

Faktor yang mempengaruhi kualitas pencemaran adalah:
1. Volume limbah
2. Kandungan bahan pencemar
3. Frekuensi pembuangan

Berdasarkan karakteristiknya, pencemaran industri dapat digolongkan menjadi 4:
1. Cair
2. Padat
3. Gas dan partikel
4. B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

 

B.  REGULASI

 

 

 

C.  AKTIVITAS PENANGGULANGAN

Beberapa kasus dan kejadian yang terjadi di wilayah kerja BPSPL Padang sebagai berikut :

  1. Tumpahan PFAD di Teluk Bayur, 28/09/2017 ...  ...
  2.  

 

 

D.  PEMBERITAAN
  1. Pencemaran Debu Batuabara PT Mifa
  2. 50 ton minyak sawit tumpah di Teluk Bayur, sanksi menanti
  3. 50 ton minyak sawit tumpah di Teluk Bayur, 70% disedot
  4. 50 ton minyak sawit tumpah, PT Wira terancam sanksi
  5. 50 ton minyak sawit tumpah, PT Wira harus lakukan pemulihan
  6.  

 

E.  LITERATUR
  1. Setyono, P., & Soetarto, E. S. (2008). Biomonitoring Degradasi Ekosistem Akibat Limbah CPO di Muara Sungai Mentaya Kalimantan Tengah dengan Metode Elektromorf Isozim Esterase. Biodiversitas2(3), 232-236.

  2. Russell, D. J., & Carlson, B. A. (1978). Edible-oil pollution on Fanning Island.

  3. POTENSI PENCEMARAN MINYAK SAWIT KASAR (CPO) DI PERAIRAN DUMAI DAN TOKSISITAS AKUT TERHADAP ORGANISME

  4. DEGRADASI SENYAWA FENOL OLEH MIKROORGANISME LAUT


  5.  

POPULER
Top