KONTAK KAMI | SITE MAPS

Sidak Bersama Perlindungan Ikan Terubuk di Kabupaten Labuhanbatu

Terubuk - 25 April 2017 10:35 AM Telah Dibaca 338 kali

0 0 0 13
Loading...

Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) diwilayah perairan Kabupaten Labuhanbatu, di sepanjang jalur ruaya pemijahan Ikan Terubuk di Daerah Aliran Sungai Barumun sudah ditetapkan, yakni berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 43 KEPMEN-KP/2016 tahun 2016. Perlindungan terbatas tersebut berlaku pada priode waktu tertentu, yakni saat pemijahan selama enam hari saat peralihan bulan gelap ke bulan terang (tanggal 5 sampai dengan tanggal 10 kalender hijriah) pada bulan Januari sampai dengan bulan April setiap tahunnya dan saat pemijahan selama enam hari saat peralihan bulan terang ke bulan gelap (tanggal 20 sampai dengan tanggal 25 bulan hijriah) pada bulan Januari sampai dengan Bulan April setiap tahunnya.

Dalam implementasi Kepmen KP No. 43 tahun 2016, diperlukan pengawasan dan monitoring yang berkesinambungan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan Ikan Terbuk pada khususnya, dibutuhkan pendekatan yang persuasif serta peningkatan pengetahuan pentingnya sustainability terubuk di alam untuk generasi yang akan datang. Selain itu salah salah satu solusi untuk nelayan yang menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan Ikan Terubuk, dengan memberikan bantuan mata pencaharian alternatif, dimana BPSPL Padang sudah memberikan bantuan kepada 6 kelompok nelayan di Desa Teluk Sentosa, Desa Sei Merdeka dan Desa Telaga Suka, berupa jaring gulamah karena Ikan Gulamah tersedia sepanjang tahun di Sepanjang Sungai Barumun.

BPSPL Padang bersama DKP Labuhanbatu sudah melaksanakan Monitoring Implementasi Kepmen KP No. 43 tahun 2016 dan Monitoring Bantuan Matapencaharian Alternatif (MPA) pada 6 kelompok yang mendapatkan bantuan di hari larangan pada Bulan Februari 2016. Dari hasil monitoring tersebut, dapat disimpulkan semua anggota kelompok yang menerima bantuan di tiga desa, yakni Desa Teluk Sentosa, Desa Sei Merdeka, dan Desa Telaga Suka berupa jaring insang gulamah sudah mengetahui akan hari larangan penangkapan ikan terubuk, namun mereka tidak patuh dengan alasan Ikan Terubuk memiliki harga jual yang lebih tinggi . Kemudian masih terbatasnya nelayan yang mendapatkan sosialisasi, hal ini terlihat dari nelayan yang bukan anggota kelompok mayoritas belum mengetahui hari larangan penangkapan Ikan Terubuk. Selain itu, belum ada pengawasan dari pihak yang terkait terhadap implementasi Kepmen 43 tentang Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk, baru sebatas sosialisasi oleh DKPP Kabupaten Labuhanbatu dan BPSPL Padang.

Dilatarbelakangi hasil monitoring Bulan Februari di hari larangan, semua nelayan baik yang menerima bantuan maupun yang tidak menerima bantuan masih menangkap Ikan Terubuk di hari larangan, maka sidak bersama dari instansi terkait sangat dibutuhkan dan di waktu yang akan datang diharapkan dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga dapat meningkatkan kesadaran nelayan akan arti penting perlindungan Ikan Terubuk.

Pelaksanaan Sidak Bersama Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk di Kabupaten Labuhanbatu dilaksanakan oleh dua orang staff satker Medan-BPSPL Padang, yakni Monika Br Pinem, S. Pi dan Rati Afrida Yanti, S. St.Pi, Kepala Seksi Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Sumberdaya Tangkap, DKP Provinsi Sumatera Utara, Bapak Pardamean Lubis dan dua orang staf, Kepala Bidang Pengembangan Usaha DKPP Labuhanbatu, Ibu Zekia Helwani dan 3 orang staff, Bapak Jefry Silalahi, PSDKP Belawan dan 3 orang anggota POKWASMAS dari Kecamatan Panai Hulu (1 orang) dan Panai Tengah (2 orang), pada tanggal 18 April 2017 di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Barumun di Desa Telaga Suka, Desa Sei Merdeka, dan Desa Teluk Sentosa. Selain itu bahan publikasi juga diberikan berupa banner perlindungan Ikan Terubuk di masing-masing Desa dan DKP Labuhanbatu.

Pada saat sidak di hari larangan, yakni 18 April 2017, jumlah nelayan yang menangkap Ikan Terubuk sudah jauh berkurang jika dibadingkan saat monitoring di Bulan Februari. Namun, masih saja ada nelayan yang didapati menangkap Ikan Terubuk. Tim Sidak bersama lintas instansi menggunakan kapal nelayan yang difasilitasi oleh DKP Labuhanbatu. Sidak dimulai dari DAS Barumun Desa Tanjung Sarang Elang, Desa Teluk Sentosa dan di akhiri DAS Barumun di sekitar Desa Sei Merdeka dan Desa Telaga Suka. Team menemukan 3 orang nelayan yang sedang mencoba menangkap Ikan Terubuk, hal ini dapat diketahui dari jenis jaring yang yang digunakan, yakni jaring terubuk. Tim menghampiri nelayan berkomunikasi persuasif. Semua nelayan yang menangkap Ikan pada saat itu mengakui tidak mengetahui akan larangan penangkapan Ikan Terubuk dan mereka  bukan anggota kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan MPA jaring gulamah. Tim sidak bersama juga mendapati nelayan yang sedang mencari ikan gulamah di tengah sungai.

Menurut nelayan yang sedang menangkap Ikan Terubuk tersebut, saat ini jumlah Ikan Terubuk di Sungai Barumun sudah jauh berkurang. Oleh karena itu, banyak nelayan yang tidak mencari Ikan Terubuk saat ini. Selain itu, saat ini Ikan Terubuk memiliki harga yang jauh lebih rendah di bandingkan Bulan Januari dan Februari karena di Bulan April permintaan sudah menurun. Permintaan meningkat di hari raya imlek, hari raya cap gomeh dan sembahyang pekong yang diperingati di Bulan Januari dan Februari.

Teguran yang diberikan team sidak bersama disampaikan secara persuasif dan tegas dan team mencoba menyampaikan maksud larangan penangkapan untuk keberlanjutan Ikan Terubuk di masa kini dan akan datang dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Ikan Terubuk, yakni satu ekor yang berhasil di tangkap nelayan tidak disita, merupakan kesepakatan bersama team sidak karena memang sosialisasi secara intensif di semua desa yang terkena dampak Kepmen KP No. 43 tahun 2016 tentang Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk belum dilaksakan.

(Tim Satker Medan)

 

TERKAIT
POPULER
Top