KONTAK KAMI | SITE MAPS

Sosialisasi Kepmen Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk di Labuhan Batu

Terubuk - 06 February 2017 15:38 PM Telah Dibaca 253 kali

0 0 0 13
Loading...

Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) di perairan Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara adalah jenis ikan yang dianggap terancam punah. Oleh karena itu, ikan tersebut perlu dilindungi. Dengan dikeluarkannya KEPMENKP No. 43/2016 tentang status Perlindungan terbatas Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) maka diperlukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya nelayan terubuk, pokmaswas serta Organisasi Pemerintah di Lingkungan Labuhanbatu.

Oleh karena itu Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) serta Biro Hukum dan Organisasi KKP bersama Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang melakukan Sosialisasi Kepmen KP 43/2016 di Labuhanbatu Sumatera Utara pada tanggal 29 September 2016. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Sekretaris Daerah kabupaten Labuhanbatu Bapak Hj. Ali Usman Harahap, S.H yang dihadiri oleh Para Pokmaswas dan Nelayan Terubuk di Labuhanbatu, Para Camat/Yang Mewakili dan Kabag. Hukum Kabupaten Labuhan Batu Ibu Siti Hafsah Silalahi, S.H

Dalam Sambutan dan pembukaannya, Ali Usman Harahap Mengatakan bahwa ikan terubuk labuhanbatu akan kembali ke tempat dimana ikan tersebut ditelurkan, Ikan terubuk Labuhan batu tidak akan pernah bertelur di Riau atau daerah yang lain, kecuali di labuhanbatu.

Kemudian beliau juga menyampaikan bahwa Sosialisasi ini adalah untuk kepentingan nelayan. Bapak Sekda mengharapakan para nelayan sepakat dan serius bersama untuk melindungi terubuk, menjaga ikan terubuk tetap lestari dan juga menjaga DAS (limbah rumah tangga) untuk keberkanjutan ekosistem.

Dalam kesempatan itu Haryani Nugrohowati S.H., M.H menyampaikan Ikan terubuk di labuhan batu adalah ikan yang dilindungi secara terbatas dalam hal wilayah sebaran, ukuran dan waktu. Perlindungan terbatas  untuk wilayah sebaran tertentu yaitu sepanjang jalur ruaya pemijahan ikan terubuk di DAS Barumun dengan peta dan koordinat (Lampiran KEPMENKP NO.43/2016) kecuali untuk Penelitian dan Pengembangan.

Kemudian Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Muhammad Yusuf, S.Hut., M.Si Menyampaikan Tim BPSPL Padang sudah melakukan verifikasi data ke kelompok masyarakat di labuhan batu pada tanggal 20 s.d 24 September dan 29 September 2016 untuk memverifikasi data kelompok yang sudah diinformasikan DKPP, yang kemudian akan diberikan bantuan (berupa Jaring Gulama) sehingga bantuan tersebut tepat sasaran. Dari 19 Kelompok yang diinformasikan DKPP Labuhan batu ke BPSPL Padang, BPSPL Padang menemukan bahwa 2 kelompok tidak terverifikasi artinya tim tersebut tidak lagi aktif sehingga tersisa 17 Kelompok. Lebih lanjut Yusuf juga menyampaikan Kalender Larangan 2017 Menangkap Ikan Terubuk Di Labuhan batu Bulan Januari dan Maret yaitu tanggal 4-9 dan 19-24, Sedangkan pada Bulan Februari dan April yaitu tanggal 2-7 dan 17-22 .

Dalam pertemuan tersebut Ir. Mudadtsir Kamil juga menjelaskan Akar masalah acapkali  bersumber dari kurangnya pengertahuan dan kesadaran masyarakat, kemiskinan, keserakahan, kebijakan dan strategi pengelolaan yang tidak jelas serta kelemaham perundang-undangan.

Harapan M.Yusuf sebagai Kepala Balai yang wilayah kerja BPSPL Padang salah satunya adalah kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara agar nelayan terubuk labuhanbatu memperhatikan tanggal-tanggal pelarangan penangkapan ikan terubuk.

TERKAIT
POPULER
Top