KONTAK KAMI | SITE MAPS

SUPERVISI PEMANFAATAN HIU/PARI DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA 07 MARET 2018

Hiu - 11 March 2018 10:53 AM Telah Dibaca 112 kali

0 0 0 13
Loading...

Blangpidie (07/03/2018), Supervisi pemanfaatan pendataan hiu/pari di kab. Aceh Barat Daya diawali dengan koordinasi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Aceh Barat Daya. Koordinasi ini dilakukan di ruangan Kepala Dinas DKP Abdya Bapak Mukhlis MD, dan dihadiri oleh Bapak Komandan Pos TNI AL Abdya Letda Laut (T) Ajat Sudrajat, Panglima laot Bapak Hasandudin, Bapak Sekretaris Asnir agus, Bapak Heriyadi (Kabid budidaya), Bapak Susan Kurniawan (Kabid penangkapan), ibu Fitriana (Kabid. Bina Usaha), Bapak fenol (Pengawas perikanan) dan Bapak Kurnia (Kasie penangkapan). Koordinasi dimaksudkan untuk menginfokan bahwa akan dilaksanakan pendataan pemanfaatan ikan hiu/pari di wilayah kabupaten Abdya oleh Enumerator an. Bapak Herman. Kegiatan ini sangat didukung oleh jajaran DKP Abdya dan TNI AL. Koordinasi ini juga sebagai wadah informasi/pengetahuan bahwasanya ada beberapa hiu/pari yang perlindungannya penuh yakni hiu paus , hiu gergaji dan pari manta (tidak boleh dimanfaatkan sama sekali). Kemudian ada jenis hiu yang dilarang ekspor diantaranya : hiu martil, hiu koboi, hiu tikus dan hiu lanjaman jenis falciformis.

Koordinasi yang dilakukan di ruangan Kepala Dinas DKP Kab. Aceh Barat Daya, Turut dihadiri oleh Komandan Pos TNI AL Abdya dan Panglima Laot Kab. Aceh Barat Daya

Diskusi dengan Panglima Laot dan Kabid Budidaya Abdya menyusun rencana pertemuan dengan beberapa nelayan setempat

Kegiatan ini dilanjutkan dengan FGD/sosialisasi kepada nelayan setempat pada sore hari di pantai jelbab Kabupaten Abdya yang telah disusun oleh panglima laot Bapak Hasanuddin yang dihadiri oleh pihak DKP abdya dan jajarannya yang dipimpin oleh Bapak Sekretaris Asnir agus, Bapak Komandan Pos TNI AL Abdya Letda Laut (T) Ajat Sudrajat, Kasat Polairut Bapak Barmawi, pengumpul hiu di abdya dan beberapa nelayan setempat. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan informasi agar instansi terkait, pengumpul dan nelayan paham jenis ikan hiu yang dilindungi penuh dan jenis ikan hiu yg dilarang ekspor. Untuk jenis ikan hiu/pari yang dilindungi penuh tidak bisa dimanfaatkan bagian-bagian tubuhnya sama sekali, kemudian untuk jenis ikan hiu/pari yang dilarang ekspor, artinya masih bisa dimanfaatkan di sepanjang wilayah NKRI, namun dilarang ekspor (ke luar negeri).

                               

Suasana FGD/Sosialisasi di Pantai Jilbab, Kab. ABDYA

Kegiatan selanjutnya memberikan arahan kepada enumerator cara-cara melakukan pendataan hiu, mulai dr pengkodean, pengambilan gambar, pengukuran panjang total, panjang cagak dan panjang baku. Pendataan ini akan dilaksanakan selama 4 bulan. Tujuan Pendataan ini dimaksudkan untuk menggabarkan jenis-jenis hiu yang didaratkan di PPI ujung serangga, Kec. Susoh, Kab. Aceh Barat Daya.

(Ray)

Baca juga : Panglima laot ABDYA, tradisi lindungi hiu paus yang masih terjaga

 

 

 

TERKAIT
POPULER
Top